Bogor, 16-19 Januari 2018 Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil dilaksanakan di Kota Bogor pada tanggal 16 s/d 19 Januari 2018 di Papyrus Tropical, Bogor merupakan pelaksanaan lokalatih yang terakhir dari 6 rangkaian kegiatan lokalatih mobilisasi sumber daya yang dilakukan oleh Unit Mobilisasi Sumber Daya yang diselenggarakan atas dukungan Robert Bosch Stiftung dan Yayasan Penabulu.

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Kota Bogor awalnya ditujukan untuk organisasi masyarakat sipil di wilayah DKI Jakarta dan Bogor yang ingin melakukan mobilisasi sumber daya dan membutuhkan penguatan kapasitas dalam pelaksanaannya. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, organisasi yang ikut serta dalam lokalatih ini tidak hanya berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat tetapi hadir juga dari Semarang, Jawa Tengah

1. Peserta
Peserta Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Bogor terdiri dari 21 orang dari 19 organisasi yang mempunyai latar belakang fokus isu yang berbeda antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain, adalah:

1. Nor Hikmah, Direktur Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC)
2. B.Prayudi, Program Officer Suara Kita
3. Salma, Bidang Organisasi The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ)
4. Oming Putri, Knowledge Managemant Koalisi Seni Indonesia
5. Sam Nugraha, Direktur Executive Perkumpulan Peka
6. Almira Andriana, Wakil Koordinator Nasional Aliansi Remaja Independen
7. Bonitha M, Direktur Exekutive Daerah PKBI DKI Jakarta
8. Yudistira, Kordinator Officer Indonesia Bussiness Link
9. Indra Situmorang, Humas Rumah Cemara
10. Samsu Budiman, Ketua Umum KULDESAK
11. Guntur H, Koordinator Lingkar Harapan
12. Keinara Hana, Coordinator Officer Sanggar Swara
13. Gina AWP, Coordinator SFD Rumah Cemara
14. Elin, Program Manager Bahtera
15. Ridwan Faridz, Program Manager Sapa Institute
16. Yamin, Direktur Executive BSB
17. Ajat, Program Officer Lakpesdam NU Tasikmalaya
18. Iskandar, Direktur KALAM Foundation
19. Supriyadi, Sekertaris Jenderal Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI)
20. Mardha Tilla dan Wahyu, Bidang Kampanye Rimbawan Muda Indonesia (RMI)

2. Tahapan Pelaksanaan

Metode belajar yang digunakan dalam lokalatih ini adalah metode belajar orang dewasa, dimana partisipasi dan keterlibatan peserta menjadi landasan utama bagi metode pembelajaran bersama. Materi disampaikan oleh trainer dengan memberikan ruang tukar pengalaman antar peserta dan simulasi bagi peningkatan keterampilan teknis serta diskusi/kerja kelompok untuk menghasilkan rencana tindak lanjut yang akan dapat menjadi panduan operasional masing-masing organisasi setelah lokalatih.

Materi dan metode penyampaian dalam lokalatih antara lain:

1. Mengapa Organisasi Masyarakat Sipil Melakukan Mobilisasi Sumber Daya
Materi ini merupakan materi refleksi untuk melihat kembali visi dan misi organisasi sebelum organisasi disiapkan untuk melakukan mobilisasi sumber daya. Peserta diajak melihat kondisi organisasi, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan yang dibutuhkan untuk mencapai visi. Dalam sesi ini peserta juga diajak untuk mengidentifikasi kelemahan, kekuatan, tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi dalam melakukan mobilisasi sumber daya.
Dalam sesi diskusi, peserta sudah sering mengindetifikasi SWOT, namun metodenya Berbeda. Sangat setuju terhadap pentingnya melihat kembali SWOT, Visi dan Misi organisasi untuk menentukan strategi keberlanjutan organisasi.

2. Konsep dan Tujuan Mobilisasi Sumber Daya
Materi ini adalah tentang konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya. Memaknai apa itu sumber daya dan model-model mobilisasi sumber daya yang sesuai dengan karakteristik dan latar belakang organisasi. Pada sesi ini ada simulasi dimana masing-masing organisasi kemudian menentukan bentuk mobilisasi sumber daya apa yang sesuai dengan organisasinya dengan menempelkan sticker pada template bentuk mobilisasi sumber daya yang telah disediakan

3. Menyiapkan Organisasi Penggalang Sumber Daya
Materi ini merupakan kesimpulan dari mengapa organisasi harus melakukan mobilisasi sumber daya dan konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya bagi organisasi. Dalam penyampaiannya, lebih ditekankan kepada peserta bahwa, organisasi yang mampu melakukan mobilisasi sumber daya adalah organisasi yang; 1) Siap menghadapi dinamika perubahan yang begitu cepat, artinya adalah organisasi yang sering untuk melihat kedalam untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan, dan organisasi yang sering melihat keluar untuk membaca peluang dan menghadapi tantangan, 2) Fokus pada pengelolaan sumber daya yang dimiliki, artinya organisasi tidak hanya fokus pada pencarian sumber daya tapi juga harus melakukan penguatan organisasi. Selain dua hal tersebut, organisasi harus mempunya tujuan dan hasil yang jelas dalam melakukan mobilisasi sumber daya. Tujuan dan hasil mobilisasi sumber daya harus seimbang antara individu yang ada didalam organisasi, organisasi dan kelompok-kelompok penerima manfaat dari kerja-kerja organisasi.

Dalam sesi diskusi, Yamin dari BSB mengatakan jika ingin melakukan audit eksternal harus mengeluarkan biaya lebih. Karena ini langkah untuk mempermudah bantuan dari CSR atau Pemberi Dana.

4. Strategi Pelibatan Para Pihak
Materi Pelibatan Para Pihak memberikan pemahaman bagaimana organisasi mulai melibatkan pihak luar untuk mendukung kerja-kerja organisasinya. Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk mengidentifikasi pihak-pihak pendukung yang dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu; 1) Pihak yang strategis dan dekat, 2) pihak yang strategis tetapi masih jauh, 3) pihak yang kurang strategis tetapi dekat, dan 4) pihak yang kurang strategis dan jauh.

Selanjutnya, peserta diajak untuk membuat produk organisasi atau produk kolaborasi menggunakan metode kanvas produk yang telah di modifikasi sesuai dengan kebutuhan. Dalam konsep kanvas ini, ada 7 blok yang harus di analisa seperti; 1) Penerima manfaat, 2) Produk, 3) Strategi dalam melaksanaan produk, 4) Metode Pelaksanaan, 5) Pihak luar yang dilibatkan, 6) Bentuk dukungan yang diharapkan dan 7) Metode/ strategi membangun relasi dengan pihak-pihak yang dilibatkan

Sesuai kesepakatan, dalam sesi ini di bagi menjadi 5 kelompok secara random dimana hasil dari produk kolaborasi tersebut akan di presentasikan kepada panelis di hari selanjutnya.

5. Kerjasama Program CSD dengan Lembaga Swadaya Masyarakat
Materi ini dibawakan oleh Teguh Mudjiono selaku Narasumber tamu dari PT. Amerta konsultan. Materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi yang berada di Jawa Barat ini membahas tentang apa saja program yang bisa dikerjasamakan antara CSR dengan Lembaga Swadaya Masyarakat. Dalam sesi materi ini menggunakan metode sharing dan diskusi. Namun di awal sesi, Teguh mengajak peserta untuk memahami dulu tentang apa itu CSR, LSM, SDGs, kemitraan dengan perusahaan dan LSM serta kerjasama perusahaan dengan LSM.
6. Bagaimana Melibatkan Pihak Swasta Dalam Kerja-kerja Organisasi
Materi ini merupakan tips bagaimana organisasi akan melakukan kerja-kerja bersama dengan pihak swasta/sektor bisnis.

7. Mengelola Relawan Sebagai Sumber Daya Organisasi
Sebagai salah satu bentuk mobilisasi sumber daya organisasi adalah mengelola relawan. Dalam sesi ini peserta lebih banyak diskusi dan berbagi bagaimana pengalaman masing-masing organisasi mengelola relawan. Apakah sesuai dengan tahapan dalam pengelolaan relawan antara lain: 1) Planning, 2) Rekruitmen, 3) Orientasi dan Training, 4) Monitoring dan evaluasi, 5) Recognition

Dalam sesi diskusi, Bonitha memberikan pengalaman dari PKBI dalam perekrutan staf di dalam organisasinya berawal dari relawan sehingga relawan itu sudah terbiasa memiliki rasa kepemilikan organisasi.

7. Maksimalisasi TIK Dalam Mobilisasi Sumber Daya
TIK adalah alat utama yang bisa digunakan untuk kerja-kerja organisasi. Dalam melakukan mobilisasi sumber daya, pemanfaatan TIK sangat penting untuk bisa membuat pihak luar mengenali organisasi. Penyampaian materi ini lebih kepada bagaimana metode pemanfaatan TIK dan apa saja yang bisa dilakukan oleh organisasi dengan memanfaatkan TIK.

8. Merubah paradigma dan Cerdas Mengelola Energi
Adalah bahan diskusi bersama sebagai kesimpulan dari 7 materi sebelumnya. Merubah paradigma mengajak organisasi untuk merubah pemikiran tentang ketergantungan dengan lembaga donor. Selain itu, metode bagaimana mengelola energi yang dimiliki oleh organisasi untuk penguatan kapasitas dan inovasi dalam kerja-kerja organisasi sangat penting untuk dilakukan.

Dalam pelaksanaan Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Bogor selama 4 hari, dalam prosesnya melibatkan fasilitator, trainer dan narasumber antara lain:

1. Khairi syah Fitria, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
2. Ratna Dwi Puspitasari, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
3. Dini Indrawati, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
4. Teguh Mudjiyono, Narasumber dari PT. Amerta Konsultan

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *