Laporan Penggalangan Dana “Lombok Harus Bangkit”

Kepada Yth,

Para Donatur “Lombok Harus Bangkit”

Update Donasi kegiatan penggalangan dana publik bertema “Lombok Harus Bangkit” untuk tanggap darurat bencana Lombok.

 

Selain Penggalangan dana langsung yang dilakukan oleh Yayasan Penabulu melalui media sosial dan jaringan, Yayasan Penabulu juga melibatkan beberapa mitra untuk penggalangan dana publik antara lain: (1) Kuldesak Depok (2) Yayasan PEKA Indonesia, (3) Lingkar Harapan Tasikmalaya, (4) Pinilih Café Sidoarjo, (5) Kesan Coffee Jakarta Timur, (6) Enggal Waras Pisang Crispy Solo, (7) Shunda Hotel Bali, (8) Rifka Annisa Yogyakarta, (9) DC-Coffee Bekasi, (10) Boice Indonesia (CN Blue Fans Club), (11) Fans Club Ji Chang Wook Indonesia, (12) Kitabisa.com.

Semua dana hasil penggalangan dikumpulkan didalam satu rekening yaitu Rekening Mandiri 1640002279364 an Yayasan Penabulu. Selain pengumpulan dana dari masing-masing Mitra Penggalang, tidak sedikit donatur yang mengirimkan langsung ke rekening Yayasan Penabulu. Penggalangan dana selama dua bulan (bulan Agustus dan September 2018) terkumpul dengan total Rp 26.476.044,00. Dana yang terkumpul didistribusikan ke warga terdampak bencana di kecamatan Pringgabaya Lombok dan Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Berikut adalah laporan Penggalangan dana publik bertema “Lombok Harus Bangkit”, yang telah didistribusikan:

  • Tahap I, disalurkan ke Dusun Dasan Baro, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara sejumlah Rp 7.000.000,00 pada tanggal 10 Agustus 2018
  • Tahap II, disalurkan ke Dusun Puncang Sari, Dasan Bantek, Dasan Lendang, Dasan Jagal, Dasan Jejangka, Otak Desa, Rumbuk Desa – Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur sebesar Rp 6.590.000,00 pada tanggal 14 Agustus 2018
  • Tahap III, disalurkan ke Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur sebesar Rp 5.865.000,00 pada tanggal 28 Agustus 2018

Total dana yang tersisa di rekening Yayasan Penabulu sebesar Rp 6.989.930,00 per 16 September 2018. Sisa dana tersebut akan didistribusikan ke PAUD BIJAJARI 1 di Kec. Bayan Lombok Timur dimana saat ini PAUD tersebut sedang membutuhkan bantuan untuk mendirikan kembali bangunan sekolah dan sarana belajar sebesar Rp 20.000.000,00.

Untuk membantu PAUD BIJAJARI 1, maka penggalangan dana “Lombok Harus Bangkit” masih akan dilanjutkan.

Demikian laporan dari kami, untuk data lebih lanjut silahkan unduh file berikut :

Laporan Penggalangan Dana_Lombok Harus Bangkit

 

Terimakasih banyak,

Salam

Kuldezine

Kuldezine

Media alternatif yang bisa memberikan informasi, edukasi dan sekaligus menghibur dalam melihat sudut pandang lain permasalahan HIV / AIDS dan Narkotika.

Kuldezine berdiri pada 27 Maret 2014 dengan konsep awal yaitu zine. Zine adalah Zine diciptakan dan muncul sebagai respon atau perlawanan dari media massa mainstream. Sebab itu, biasanya zine berisi hal-hal yang bersifat menggugah, atau provokatif (tentu provokatif dapat dimaknai berbeda-beda, tergantung pada sudut pandangnya: bisa ‘positif’ atau ‘negatif’). Oleh karenanya, zine dipandang sebagai salah satu genre media alternatif (Atton, 2002; 2010) atau non-mainstream (Vantiani, 2010). Ketika media konvensional tidak lagi memadai bagi suara-suara (baca: hasrat) mereka, bagi hasrat informasi yang lebih spesifik, tata-letak dan corak yang khas lagi kreatif (dari sisi desain), maka zine adalah jawaban (baca: representasi atau simbol) bagi individu maupun komunitas tertentu.

Pada perkembangannya kita menjadikan zine Kuldezine menjadi sebuah majalah yang ngepop untuk bisa diterima oleh semua kalangan khususnya anak muda.

Download Kuldezine:

 

Ciptakan Sentra Ekonomi Budidaya Kerapu di Situbondo, Bank Jatim Bersama ICCO & Yayasan Penabulu Sepakat Tanda Tangani PKS

Sektor agrobisnis dan ekonomi lainnya yang berbasis kerakyatan di era pemerintahan Indonesia saat ini tengah menjadi primadona. Dengan adanya perhatian untuk lebih meningkatkan kesejahteraan hidup masyakat dan pelaku ekonomi hingga sampai pada level terbawah seperti petani, nelayan dan sebagainya memberikan angin segar untuk kebangkitan ekonomi Indonesia.

Salah satu yang tampak saat ini adalah bagaimana ekonomi disektor kelautan mulai bangkit kembali. Kebijakan pemerintah saat ini yang sangat mendukung hasil laut wilayah Indonesia untuk kepentingan produksi ataupun konsumsi dalam negeri, diyakini akan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat ataupun pelaku ekonomi disektor tersebut.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Selasa (3/2), bankjatim dengan ICCO (Interchruch Organization for Development Cooperation) dan Yayasan Penabulu melakukan perjanjian kerjasama dalam hal pengembangan budidaya kerapu di keramba jaring apung, Situbondo. Dalam perjanjian kerjasama ini bankjatim sepakat akan memberikan penyaluran kredit untuk kepentingan pengembangan program budidaya kerapu di Kabupaten Situbondo tersebut.

Latar belakang penandatanganan PKS ini sebenarnya berawal dari komitmen Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dengan Pemerintah Australia untuk membantu masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timur dalam mengembangkan sektor agrobisnis melalui program AIP-PRISMA (Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income Through Support for Marketing in Agriculture).

AIP-PRISMA sendiri merupakan sebuah tim yang terdiri dari ahli-ahli market development yang bekerja untuk meningkatkan daya saing seluruh pelaku usaha sektor agrobisnis di wilayah Indonesia yang telah pengalaman di berbagai Negara.

Untuk melaksanakan kegiatan di Indonesia, AIP-PRISMA menggandeng ICCO (Interchurch Organization for Development Cooperation) yang merupakan lembaga swadaya masyarakat internasional nirlaba dari Belanda yang fokus dalam bidang sosial dan memiliki tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat diseluruh dunia.

Adapun Yayasan Penabulu adalah pihak ketiga yang merupakan mitra kerja yang dipilih oleh ICCO dalam memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada nelayan di keramba jaring apung.

Direktur Agrobisnis & Usaha Syariah bankjatim Tony Sudjiaryanto mengatakan melalui kerjasama ini diharapkan dapat memunculkan sentra penghasil kerapu unggulan di Jawa Timur yaitu Situbondo.

“Sebagaimana kita ketahui budi daya kerapu tergolong sulit untuk diterapkan, untuk saat ini saja di wilayah Indonesia yang telah berhasil dalam melakukan budi daya adalah Bali. Oleh karena itu dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat memunculkan sentra ekonomi penghasil ikan kerapu lainnya di daerah Jawa Timur yaitu di Situbondo, mengingat kondisi alam yang tidak jauh berbeda dengan Bali, “Jelas Tony.

Tony juga menambahkan dengan terjalinnya kerjasama antara bankjatim dan ICCO dan AIP-PRISMA ini, tidak menutup kemungkinan kedepannya akan adalagi kerjasama disektor ekonomi lainnya sebagaimana concern kedua lembaga tersebut dalam bidang agrobisnis seperti perkebunan kelapa, budidaya ikan, budidaya rumput laut, tanaman kopi, kacang mente, produksi daging sapi dan lain sebagainya.

“bankjatim sangat terbuka dalam melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, terlebih kerjasama tersebut sejalan dengan visi maupun misi bankjatim, kami harap kerjasama ini dapat ditingkatkan agar dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timur, “ungkap Tony. (cap)

Sumber: Berita Bank Jatim, 05 Februari 2015.