Kulwa #1 Merajut Program CSR

Sesuai dengan Agenda Kulwa Forum Sambada yang pertama dilakukan tanggal 6 Juli 2018. Dengan diikuti oleh anggota forum kegiatan diskusi dengan memanfaatkan aplikasi Whatsapp dan berlangsung selama kurang lebih 2 jam dimulai dari jam 20.00 s.d 22.00 WIB dengan narasumber Herman Suparman Simanjuntak.

  1. Pokok pembahasan materi:
  2. Sekilas tentang CSR
  3. Manfaat Paling Penting Program CSR Bagi Perusahaan
  4. Kendala Program CSR
  5. Contoh Program CSR
  6. Diskusi

Penjelasan singkat, mengapa tema kulwa adalah merajut program CSR, Herman mengatakan bahwa saat ini program – program CSR sudah ada dan sedang berserakan namun masih banyak terkendala seperti:

  • masalah biaya,
  • SDM yang Tidak kompeten,
  • distribusi kegiatan serta penentuan target,
  • bentuk kegiatan,
  • masalah perizinan dan regulasi,
  • kurangnya kemitraan,
  • sosialisasi kegiatan,
  • pemahaman mengenai pelaksanaan dan evaluasi di lapangan, dan
  • masih banyak oknum yang melakukan pungutan liar di lapangan.

 

Peluang – peluang yang ada disebut benang, karena dalam merajut kita perlu benang. Herman mencontohkan CSR Astra karena keberhasilannya jelas. Nah terkadang konsep program – program yang kita buat nggak sedetail yang dibuat oleh mereka. Selain itu sudah banyak forum – forum yang dibentuk baik pemerintah maupun swasta bahkan LSM untuk merajut program CSR. Pertanyaannya sekarang, apakah kita harus tutup mata dengan hal – hal tersebut, dikala program kita baik dan harus sustainable dan dapur organisasi perlu bahan bakar tentunya.

 

Sesi Diskusi:

#1

Ridwan Fariz : Saya tertarik dg benang yg dimaksud untuk merajut. Benang seperti apa yg sebaiknya disiapkan oleh NGO untuk merajut? Sehingga Perusahaan tertarik.

Herman S      : Program yang bersinergi dengan Pilar CSR perusahaan tentunya Pak

Ridwan Fariz : Di Bandung, CSR rerata sudah bermitra dg pemda. Ini yg membuat peluang kami semakin sempit. Padahal program kita sudah match dg perusahaan. CSR di kami cenderung lebih memilih bermitra dg pemda. Ada solusi untuk terobosan?

Herman S      : Beberapa daerah memang memiliki Perda tentang CSR, jadi dana2 CSR masuk dulu ke Pemda kemudian di buat call proposal bagi lembaga yang ingin bermitra

Ratna Dwi P  : Di Jabar kayanya memang begitu Bang Ridwan, bukan hanya Bandung, bisa jadi yang harus dilakukan adalah pendekatan juga kepada Pemda

Ridwan Fariz : Nah itu problemnya pa. Ketika masuk dulu ke pemda, mau tidak mau kita harus ikutin sistem mereka. Yg susah kita terima adalah ketika harus cingcay² anggaran. Sementara kita berpegang pada prinsip akuntabilitas,transparansi n anti korupsi.

Herman S      : Sudah pernah dicoba dan dijelaskan baik2 Pak?

Ridwan Fariz : Sudah dan akhirnya, ga pernah dikabari lagi untuk call proposal. 😂😂😂😂😂

Ridwan Fariz : Tahun ini, kami sedang berproses lagi, langsung ke perusahaan².

Herman S      : Bagaimana komunikasi rekan2 dengan pemda sebenarnya?

Herman S      : Maaf, boleh saya tau Lembaga Bapak?

 

#2:

Oming Putri  : Aku mau tanya: menurut Pak Herman, untuk sektor seni dan budaya bagaimana peluangnya untuk mendapatkan CSR dari perusahaan? Dan kalau ada datanya: perusahaan-perusahaan mana saja yang biasanya memberi CSR untuk seni dan budaya?

Herman S      : Sebenarnya apakah lembaga Ibu memiliki prinsip haram dan tidak haram dengan perusahaan?

Herman S      : Beberapa perusahaan yang bermain di seni Perusahaan Rokok (Djarum), perusahaan perbankan seperti BCA

Oming Putri  : Kalau Koalisi Seni sendiri, pada dasarnya asal perusahaan tersebut dalam praktiknya tidak melanggar hak dasar manusia, ga masalah.

Oming Putri  : Oke noted

 

#3

Vera YAPHI    : Klo ada gmn bang??

Herman S      : Jangan diambil Ibu, tetaplah pada prinsip-prinsip lembaga yang harus dipegang. Karena disitulah kebanggaan kita dengan organisasi

Vera YAPHI    : Apakah yayasan hukum tdk punya peluang untuk mengakses CSR??

Herman S      : Hehehehe…ini pertanyaan dulu yang pernah dilontarkan Ibu pas kita makan siang di Yogya 😁

Herman S      : Menurut saya peluangnya sangat besar

Herman S      : Gandeng Pemda untuk membuat produk2 hukum terkait anak, kesehatan, lingkungan Ibu

Herman S      : Nah beberapa perusahaan pasti mendukung

Herman S      : Produk2 hukum rekan2 YAPHI ahlinyakan

Vera YAPHI    : Hahahaha msh ingat ternyata bang, ternyata msh mjd kendala besar untuk mengakses CSR tsb krn hrs memilah mn yg haram dn yg bukan

Herman S      : Selain itu apa yang bisa kita jual dari lembaga ke pihak perusahaan

Herman S      Apa yang menarik bagi perusahaan

Vera YAPHI    : Ini jg msh hrs dilihat lg krn kita jg mengkritisi pemda terkait kebijakan yg mereka buat jg bang

Herman S      : Apa yang menjadi kekuatan kita

Herman S      : Didiskusikan dulu Bu

Vera YAPHI    : Misalkan ada ni bang sejauh mana mitra bertanggung jawab atas akses CSR yg kita dapat??

 

#4

Harisah         : Apa ada CSR buat unit usaha komunitas bang Herman?

Herman S      : Saya ceritakan tentang mangrove ya, Karena punya pengalaman berkolaborasi dengan Astra. Waktu itu saya di KEHATI, kami memainkan isu polusi udara yang diciptakan oleh kendaraan2 yang diproduksi oleh Astra yang memerlukan solusi. Dan solusinya adalah menanam pohon ya karena kami Kehati bermain di pesisir maka mangrove dipilih. Kami mainkan data terkait polusi yang dikeluarkan oleh satu kendaraan dan manfaat satu pohon untuk menyerap polusi.

Herman S      : Akses yang kita dapat harus disepakati bersama Bu.

Herman S      : Banyak banget Pak, biasanya perusahaan perbankan bang.

Herman S      : Nah ini bentuk CSR yang konkrit oleh lembaga Bapak ni. Nonton bareng dengan warga sekitar 👍

Harisah         : Bang Herman kami masih awam soal mengajukan CSR, terutama di pembuatan proposal n    campaign nya 😁

Herman S      : Pak Haris harus memetakan kekuatan lembaga, apa yang mau dijual, mencari tau perusahan yang bermain diisu yang menjadi kekuatan lembaga kita

Herman S      : Baru bangun kedekatan dengan pihak perusahaan

Harisah         : Mantap Bang…

Herman S      : Kemudian buat proposal

Herman S      : Dan terus berkomunikasi dengan kontak diperusahaan

Herman S      : Hingga deal tercipta

Herman S      : Tapi ingat komunikasinya jangan berlebihan atau terlalu insentif 🙏

Harisah         : Siip bang. Sy tinggal mau request contoh proposal ke mbak

 

#5

Ninna: Selain memetakan kekuatan organisasi, kita juga harus membuat pemetaan CSR berarti ya Pak? Ada tips n triknya?

Ratna Dwi P: Mbak Nina bisa pake 4 kotak yg kita pake untuk pemetaan pihak Mbak, ada di materi pelatihan kemarin kok

Herman S: Gampang mbak, studi google aja

dukung perluasan mencari pengetahuan?

 

 

Unduh Materi: kulwa#1_Merajut Program CSR