Mobilisasi Sumberdaya dengan Unit Usaha SriKendes

Pembicara: Bambang Prayudi, Divisi Pendidikan dan Penelitian Perkumpulan Suara Kita

 

Sebagai bentuk mobilisasi sumber daya organisasi, Perkumpulan Suara Kita mengelola unit usaha bernama SriKendes. SriKendes adalah branding dengan menjual kain tenun Nusantara meliputi pakaian jadi wanita, pria dan unisex. Mengambil kain dari Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta dan Lombok.

 

Pembentukan SriKendes berawal di Tahun 2015, Perkumpulan Suara Kita tidak mendapatkan funding dari pihak donor mana saja dan berinisiatif melakukan organisasi sumberdaya, awalnya kepikiran menjual buku kemudian lebih serius untuk menggarap unit usaha Srikendes dan pengumpulan dana dari publik.

Bambang Prayudi selaku Divisi Pendidikan dan Penelitian Perkumpulan Suara Kita mengatakan bahwa penguatan branding Srikendes fokus di gerakan LGBT menciptakan branding SriKendes dan kami memisahkan dan menjaga mutu, bahan seperti apa untuk konsumen langsung ke SriKendes. Sangat memperhatikan mutu dan kualitas yang kami hasilkan.

Kegiatan yang dilakukan oleh Srikendes adalah menjual kain tenun Nusantara termasuk pakaian jadi wanita, pria dan unisex serta pesanan jahit untuk seragam. Terkait isu LGBT tetapi berkolaborasi dengan  kelompok perempuan marjinal dengan membantu Marjinal kendem dengan melelang kain. Untuk gerakan aktivis LGBT yang menderita sakit dengan melakukan penggalangan dana dari Srikendes

SriKendes sangat membantu atau overhead untuk pembayaran telepon, listrik dan bisa membiayai sebagian kegiatan rutin Perkumpulan Suara Kita. Misalnya dengan kegiatan-kegiatan luar yang mengharuskan staff untuk mengikuti training

Dalam Pelaksanaannya, SriKendes menghadapi beberapa kendala seperti pangsa pasar dan mengandalkan teman-teman jaringan diluar LGBT misalnya jaringan perempuan, jaringan teman-teman yang peduli dengan isu-isu kemanusiaan. Di Tahun pertama, kurangnya manajerial harus menata dengan baik, kurangnya SDM, hanya memiliki 2 orang marketing untuk memasarkan produk. Kurangnya penjahit dengan satu visi yang sama dengan kami, terakhir hanya 2 orang yang masih bertahan

Agar SriKendes ini terus berkembang, Strategi yang dilakukan dalam pengembangan SriKendes adalah sebagai berikut:

  1. Tetap sustain memasarkan produk secara online
  2. Pemilihan bahan yang selektif tidak mencemarkan
  3. Menggarap pangsa pasar untuk pakaian anak, karena ingin mengenalkan kain Nusantara ke anak-anak.

 

Tujuan berdirinya SriKendes adalah SriKendes dapat diterima di masyarakat tanpa ada stigma dengan kelompok LGBT langsung.

Pesan yang disampaikan Yudi untuk memotivasi organisasi lain adalah uang bukan segalanya tetapi dengan kemauan pasti ada jalan. Awal pembentukan Srikendes tidak memiliki modal sama sekali. Dengan kemauan dan niat usaha yang baik, pintu-pintu akan terbuka. Maju terus gerakan social Indonesia, apapun usaha kecil untuk organisasi Indonesia

.

 “kemauan untuk membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin”. (Bambang Prayudi)