Mataram 14-17 November 2017, Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil yang dilaksanakan di Mataram pada tanggal 14-17 November 2017 di Pratama Hotel merupakan pelaksanaan lokalatih yang ketiga dari 6 rangkaian kegiatan lokalatih mobilisasi sumber daya yang dilakukan oleh Unit Mobilisasi Sumber Daya yang diselenggarakan atas dukungan Robert Bosch Stiftung dan Yayasan Penabulu.

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Mataram ditujukan untuk organisasi masyarakat sipil di wilayah Nusa Tenggara Barat yang ingin melakukan mobilisasi sumber daya dan membutuhkan penguatan kapasitas dalam pelaksanaannya.

1. Peserta
Peserta Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Mataram terdiri dari 17 orang dari 15 organisasi yang mempunyai latar belakang fokus isu yang berbeda antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain, adalah:
1. Ikhsan Ramdhany, Ketua FORMAPI-NTB
2. Hajad Guna, Ketua Speaker Kampung
3. Fikrillah M.Sanusi, Editor Speaker Kampung
4. Fitriyah, Bendahara LBH-Dharma Yustisia
5. Lalu Rusmat, Ketua LBH-Dharma Yustisia
6. Luthfatul Azizah, Divisi Penguatan Organisasi Solidaritas Perempuan Mataram
7. Gendewa Tr, koordinator SANTIRI
8. Jelita Sukrama, Sekretaris Foundation Jarpuk Rindang
9. Syafruddin, koordinator Program LENSA – NTB
10. Minardi, Ketua YLKMP
11. M.Zainul Kirom, Sekretaris LMRS-NTB
12. Salvina Juliayani, Media & Publikasi INSPIRASI-NTB
13. Fahrunnisa, Direktur SAMAWA Center
14. Dewi, Sekretaris JAGAD
15. Dodik Sutikno, Ketua Amanda Paer Daya

2. Tahapan Pelaksanaan
Metode belajar yang digunakan dalam lokalatih ini adalah metode belajar orang dewasa, dimana partisipasi dan keterlibatan peserta menjadi landasan utama bagi metode pembelajaran bersama. Materi disampaikan oleh trainer dengan memberikan ruang tukar pengalaman antar peserta dan simulasi bagi peningkatan keterampilan teknis serta diskusi/kerja kelompok untuk menghasilkan rencana tindak lanjut yang akan dapat menjadi panduan operasional masing-masing organisasi setelah lokalatih.

Materi dan metode penyampaian dalam lokalatih antara lain:

1. Mengapa Organisasi Masyarakat Sipil Melakukan Mobilisasi Sumber Daya
Materi ini merupakan materi refleksi untuk melihat kembali visi dan misi organisasi sebelum organisasi disiapkan untuk melakukan mobilisasi sumber daya. Peserta diajak melihat kondisi organisasi, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan yang dibutuhkan untuk mencapai visi. Dalam sesi ini peserta juga diajak untuk mengidentifikasi kelemahan, kekuatan, tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi dalam melakukan mobilisasi sumber daya.
Dalam sesi diskusi, peserta sangat setuju terhadap pentingnya melihat kembali SWOT, Visi dan Misi organisasi untuk menentukan strategi keberlanjutan organisasi.

2. Konsep dan Tujuan Mobilisasi Sumber Daya
Materi ini adalah tentang konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya. Memaknai apa itu sumber daya dan model-model mobilisasi sumber daya yang sesuai dengan karakteristik dan latar belakang organisasi. Pada sesi ini ada simulasi dimana masing-masing organisasi kemudian menentukan bentuk mobilisasi sumber daya apa yang sesuai dengan organisasinya dengan menempelkan sticker pada template bentuk mobilisasi sumber daya yang telah disediakan.

3. Menyiapkan Organisasi Penggalang Sumber Daya
Materi ini merupakan kesimpulan dari mengapa organisasi harus melakukan mobilisasi sumber daya dan konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya bagi organisasi. Dalam penyampaiannya, lebih ditekankan kepada peserta bahwa, organisasi yang mampu melakukan mobilisasi sumber daya adalah organisasi yang; 1) Siap menghadapi dinamika perubahan yang begitu cepat, artinya adalah organisasi yang sering untuk melihat kedalam untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan, dan organisasi yang sering melihat keluar untuk membaca peluang dan menghadapi tantangan, 2) Fokus pada pengelolaan sumber daya yang dimiliki, artinya organisasi tidak hanya fokus pada pencarian sumber daya tapi juga harus melakukan penguatan organisasi. Selain dua hal tersebut, organisasi harus mempunya tujuan dan hasil yang jelas dalam melakukan mobilisasi sumber daya. Tujuan dan hasil mobilisasi sumber daya harus seimbang antara individu yang ada didalam organisasi, organisasi dan kelompok-kelompok penerima manfaat dari kerja-kerja organisasi.
Dalam sesi diskusi, Minardi, dari YLKMP mengatakan keadaan saat ini individu masih bekerja sendiri-sendiri, sedangkan organisasi hanya fokus pada satu isu, belum kuat secara sistem sehingga saat ini masih saja bergantung terhadap permintaan donor.

4. Mengelola Relawan Sebagai Sumber Daya Organisasi
Sebagai salah satu bentuk mobilisasi sumber daya organisasi adalah mengelola relawan. Dalam sesi ini peserta lebih banyak diskusi dan berbagi bagaimana pengalaman masing-masing organisasi mengelola relawan. Kendala yang sering di hadapi dalam mengelola relawan adalah relawan yang pergi ke tempat lain setelah mendapatkan peningkatan kapasitas. Perlu di lihat kembali, apakah dalam mengelola relawan sudah sesuai dengan tahapan pengelolaan relawan seperti: 1) Planning, 2) Rekrutmen, 3) Orientasi dan Training, 4) Monitoring dan evaluasi, 5) Recognition.

5. Strategi Pelibatan Para Pihak
Materi Pelibatan Para Pihak memberikan pemahaman bagaimana organisasi mulai melibatkan pihak luar untuk mendukung kerja-kerja organisasinya. Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk mengidentifikasi pihak-pihak pendukung yang dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu; 1) Pihak yang strategis dan dekat, 2) pihak yang strategis tetapi masih jauh, 3) pihak yang kurang strategis tetapi dekat, dan 4) pihak yang kurang strategis dan jauh. Identifikasi ini dilakukan untuk kemudian organisasi melakukan strategi pendekatan pada 4 kelompok pihak tersebut yang tentunya dari masing-masing kelompok akan mempunyai strategi pendekatan yang berbeda.

6. Membuat Produk Organisasi
Dalam sesi ini, Peserta di bagi menjadi 2 kelompok secara random. Tiap kelompok membuat sebuah produk organisasi, terutama produk kolaborasi antar organisasi di NTB. Metode pembuatan produk menggunakan metode canvas yang sudah di modifikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi masyarakat sipil.

7. Sharing inspiratif
Materi yang dibawakan oleh Theo selaku Direktur Yayasan Sadar Hati Malang ini, adalah materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi yang berada di NTB. Dalam sesi ini, narasumber menceritakan berbagai pengalaman tentang bagaimana mengelola sumberdaya organisasi salah satunya dengan membangun sebuah unit bisnis. Unit bisnis yang dibangun bukan hanya usaha yang mengandalkan profit, tapi bagaimana dengan unit usaha ini dapat menghasilkan dampak yang baik bagi komunitas ataupun lingkungan.

8. Bagaimana Melibatkan Pihak Swasta Dalam Kerja-kerja Organisasi
Materi ini merupakan tips bagaimana organisasi akan melakukan kerja-kerja bersama dengan pihak swasta/sektor bisnis. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk melakukan simulasi yaitu menyusun sebuah konsep yang kemudian ditawarkan kepada pihak swasta.

9. Maksimalisasi TIK Dalam Mobilisasi Sumber Daya
TIK adalah alat utama yang bisa digunakan untuk kerja-kerja organisasi. Dalam melakukan mobilisasi sumber daya, pemanfaatan TIK sangat penting untuk bisa membuat pihak luar mengenali organisasi. Penyampaian materi ini lebih kepada bagaimana metode pemanfaatan TIK dan apa saja yang bisa dilakukan oleh organisasi dengan memanfaatkan TIK

10. Merubah paradigma dan Cerdas Mengelola Energi
Adalah bahan diskusi bersama sebagai kesimpulan dari 7 materi sebelumnya. Merubah paradigma mengajak organisasi untuk merubah pemikiran tentang ketergantungan dengan lembaga donor. Selain itu, metode bagaimana mengelola energi yang dimiliki oleh organisasi untuk penguatan kapasitas dan inovasi dalam kerja-kerja organisasi sangat penting untuk dilakukan.
Nana dari Penabulu Foundation menjelaskan tentang bagaimana pergeseran-pergeseran lembaga donor,” Organisasi yang bagus adalah Fleksibel”.

Dalam pelaksanaan Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Yogyakarta selama 4 hari, dalam prosesnya melibatkan fasilitator, trainer dan narasumber antara lain:
1. Khairi syah Fitria, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
2. Ratna Dwi Puspitasari, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
3. Mohammad Theo Zainuri, Spesialis Unit Usaha Yayasan Sadar Hati