Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil yang dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 10 s/d 13 Oktober 2017 merupakan pelaksanaan lokalatih yang pertama dari 6 rangkaian kegiatan lokalatih mobilisasi sumber daya yang dilakukakan oleh Unit Mobilisasi Sumber Daya yang diselenggarakan atas dukungan Robert Bosch Stiftung dan Yayasan Penabulu.

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Yogyakarta awalnya ditujukan untuk organisasi masyarakat sipil di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang ingin melakukan mobilisasi sumber daya dan membutuhkan penguatan kapasitas dalam pelaksanaannya. Akan tetapi dalam pelaksanaan, organisasi yang ikut serta dalam lokalatih ini tidak hanya berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah melainkan juga dari Jawa Timur.

Peserta

Peserta Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Yogyakarta terdiri dari 17 orang dari 15 organisasi yang mempunyai latar belakang fokus isu yang berbeda antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain, adalah:

1. Tiwuk Lejar Sayekti, Manajer Divisi Internal Rifka Annisa Yogyakarta
2. Nurina Wardhani, Human Resourche Development Rifka Annisa Yogyakarta
3. Anggoro Budi P, Direktur Perkumpulan Aksara, Bantul, Yogyakarta
4. Nur Widya, Manajer Kantor dan Administrasi, Sasana Inklusi Dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB)
5. Haryati Panca Putri, Direktur Pelaksana Yayasan YAPHI
6. Christina Vera Ikanovita, Sekretaris yayasan YAPHI
7. Titik Sugianti, Ketua Yayasan Bambu Nusantara Madiun
8. Amelia Dita Tifani, Badan Pengurus Gerakan Kerelawanan Internasional (GREAT)
9. Mary T. Prestiningsih, Manajer Unit Sekretariat Yayasan Combine Resource Institution
10. Yanti Susanti, Direktur Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial / PERSEPSI
11. Martinus Sutomo, Wakil Direktur Yayasan Karinakas
12. Andwi Joko M, Direktur Pattiro Surakarta
13. Yosua Lapudooh, Ketua Yayasan Rumah Impian Indonesia / DREAM HOUSE
14. M. Fajar Nurwildani, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Tegal
15. Zainal Arifin, Direktur LBH Semarang
16. Oktiana Hergiastuti, Manager Keuangan Institut Hak Asasi Perempuan (IHAP)
17. Juju Juliati, Manajer Internal Yayasan SAPDA / Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak

Tahapan Pelaksanaan

Metode belajar yang digunakan dalam lokalatih ini adalah metode belajar orang dewasa, dimana partisipasi dan keterlibatan peserta menjadi landasan utama bagi metode pembelajaran bersama. Materi disampaikan oleh trainer dengan memberikan ruang tukar pengalaman antar peserta dan simulasi bagi peningkatan keterampilan teknis serta diskusi/kerja kelompok untuk menghasilkan rencana tindak lanjut yang akan dapat menjadi panduan operasional masing-masing organisasi setelah lokalatih.

Materi dan metode penyampaian dalam lokalatih antara lain:

1. Mengapa Organisasi Masyarakat Sipil Melakukan Mobilisasi Sumber Daya
Materi ini merupakan materi refleksi untuk melihat kembali visi dan misi organisasi sebelum organisasi disiapkan untuk melakukan mobilisasi sumber daya. Peserta diajak melihat kondisi organisasi, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan yang dibutuhkan untuk mencapai visi. Dalam sesi ini peserta juga diajak untuk mengidentifikasi kelemahan, kekuatan, tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi dalam melakukan mobilisasi sumber daya.

2. Konsep dan Tujuan Mobilisasi Sumber Daya
Materi ini adalah tentang konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya. Memaknai apa itu sumber daya dan model-model mobilisasi sumber daya yang sesuai dengan karakteristik dan latar belakang organisasi. Pada sesi ini ada simulasi dimana masing-masing organisasi kemudian menentukan bentuk mobilisasi sumber daya apa yang sesuai dengan organisasinya dengan menempelkan sticker pada template bentuk mobilisasi sumber daya yang telah disediakan

3. Menyiapkan Organisasi Penggalang Sumber Daya
Materi ini merupakan kesimpulan dari mengapa organisasi harus melakukan mobilisasi sumber daya dan konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya bagi organisasi. Dalam penyampaiannya, lebih ditekankan kepada peserta bahwa, organisasi yang mampu melakukan mobilisasi sumber daya adalah organisasi yang; 1) Siap menghadapi dinamika perubahan yang begitu cepat, artinya adalah organisasi yang sering untuk melihat kedalam untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan, dan organisasi yang sering melihat keluar untuk membaca peluang dan menghadapi tantangan, 2) Fokus pada pengelolaan sumber daya yang dimiliki, artinya organisasi tidak hanya fokus pada pencarian sumber daya tapi juga harus melakukan penguatan organisasi. Selain dua hal tersebut, organisasi harus mempunya tujuan dan hasil yang jelas dalam melakukan mobilisasi sumber daya. Tujuan dan hasil mobilisasi sumber daya harus seimbang antara individu yang ada didalam organisasi, organisasi dan kelompok-kelompok penerima manfaat dari kerja-kerja organisasi.

4. Mengelola Relawan Sebagai Sumber Daya Organisasi
Sebagai salah satu bentuk mobilisasi sumber daya organisasi adalah mengelola relawan. Dalam sesi ini peserta lebih banyak diskusi dan berbagi bagaimana pengalaman masing-masing organisasi mengelola relawan. Apakah sesuai dengan tahapan dalam pengelolaan relawan antara lain: 1) Planning, 2) Rekrutmen, 3) Orientasi dan Training, 4) Monitoring dan evaluasi, 5) Recognition

5. Strategi Pelibatan Para Pihak
Materi Pelibatan Para Pihak memberikan pemahaman bagaimana organisasi mulai melibatkan pihak luar untuk mendukung kerja-kerja organisasinya. Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk mengidentifikasi pihak-pihak pendukung yang dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu; 1) Pihak yang strategis dan dekat, 2) pihak yang strategis tetapi masih jauh, 3) pihak yang kurang strategis tetapi dekat, dan 4) pihak yang kurang strategis dan jauh. Identifikasi ini dilakukan untuk kemudian organisasi melakukan strategi pendekatan pada 4 kelompok pihak tersebut yang tentunya dari masing-masing kelompok akan mempunyai strategi pendekatan yang berbeda.

6. Bagaimana Melibatkan Pihak Swasta Dalam Kerja-kerja Organisasi
Materi ini merupakan tips bagaimana organisasi akan melakukan kerja-kerja bersama dengan pihak swasta/sektor bisnis. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk melakukan simulasi yaitu menyusun sebuah konsep yang kemudian ditawarkan kepada pihak swasta.

7. Maksimalisasi TIK Dalam Mobilisasi Sumber Daya
TIK adalah alat utama yang bisa digunakan untuk kerja-kerja organisasi. Dalam melakukan mobilisasi sumber daya, pemanfaatan TIK sangat penting untuk bisa membuat pihak luar mengenali organisasi. Penyampaian materi ini lebih kepada bagaimana metode pemanfaatan TIK dan apa saja yang bisa dilakukan oleh organisasi dengan memanfaatkan TIK

8. Merubah paradigma dan Cerdas Mengelola Energi
Adalah bahan diskusi bersama sebagai kesimpulan dari 7 materi sebelumnya. Merubah paradigma mengajak organisasi untuk merubah pemikiran tentang ketergantungan dengan lembaga donor. Selain itu, metode bagaimana mengelola energi yang dimiliki oleh organisasi untuk penguatan kapasitas dan inovasi dalam kerja-kerja organisasi sangat penting untuk dilakukan.

Dalam pelaksanaan Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Yogyakarta selama 4 hari, dalam prosesnya melibatkan fasilitator, trainer dan narasumber antara lain:
1. Khairi syah Fitria, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
2. Ratna Dwi Puspitasari, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
3. Herman Suparman Simanjuntak, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
4. Frederica Felicitas Sri Purwani, Narasumber dari Forum CSR Yogyakarta
5. Ririn Indarwati S.E, Narasumber dari Mandiri