Makassar, 24-27 Oktober 2017 Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil yang dilaksanakan di Makassar yang dilaksanakan pada tanggal 24 s/d 27 Oktober 2017 di Lariz Hotel Makassar merupakan pelaksanaan lokalatih yang kedua dari 6 rangkaian kegiatan lokalatih mobilisasi sumber daya yang dilakukakan oleh Unit Mobilisasi Sumber Daya yang diselenggarakan atas dukungan Robert Bosch Stiftung dan Yayasan Penabulu.

 

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Makassar awalnya ditujukan untuk organisasi masyarakat sipil di wilayah Makassar yang ingin melakukan mobilisasi sumber daya dan membutuhkan penguatan kapasitas dalam pelaksanaannya. Akan tetapi dalam  pelaksanaan, organisasi yang ikut serta dalam lokalatih ini tidak hanya berasal dari Makassar dan Sulawesi Selatan melainkan juga dari Sulawesi Barat.

1. Peserta

Peserta Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Makassar terdiri dari 17 orang dari 15 organisasi yang mempunyai latar belakang fokus isu yang berbeda antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain, adalah:

  1. Baharuddin, Ketua LPPM LAATANSA
  2. Eman M.H, Ketua KSM
  3. Ilham, Sekretaris KSM
  4. Supriadi, Staff Perkumpulan Katalis
  5. Siswan, Direktur Perkumpulan Katalis
  6. Asnawi, Ketua LAPAR Sul-Sel
  7. Karim, Direktur LAPAR Sul-sel
  8. Rezky Pratiwi, Sekretaris LBH Makassar
  9. Haedir, Wakil Direktur Internal LBH Makassar
  10. Rizal, Koordinator Lakpesdam
  11. Sugiyono, Direktur GIPA
  12. Harisah, Direktur KARESO
  13. Ardi Adriadi, Ketua Perkumpulan OASE
  14. Jasmani Akbar, Koordinator PD Aman Sinjai
  15. Adam K, Direktur Balang
  16. Abdul Azis, Ketua PBHI Sul-Sel
  17. Mohammad Rizal, Direktur YKL

 

2. Tahapan Pelaksanaan

Metode belajar yang digunakan dalam lokalatih ini adalah metode belajar orang dewasa, dimana partisipasi dan keterlibatan peserta menjadi landasan utama bagi metode pembelajaran bersama. Materi disampaikan oleh trainer dengan memberikan ruang tukar pengalaman antar peserta dan simulasi bagi peningkatan keterampilan teknis serta diskusi/kerja kelompok untuk menghasilkan rencana tindak lanjut yang akan dapat menjadi panduan operasional masing-masing organisasi setelah lokalatih.

Materi dan metode penyampaian dalam lokalatih antara lain:

1. Mengapa Organisasi Masyarakat Sipil Melakukan Mobilisasi Sumber Daya

Materi ini merupakan materi refleksi untuk melihat kembali visi dan misi organisasi sebelum organisasi disiapkan untuk melakukan mobilisasi sumber daya. Peserta diajak melihat kondisi organisasi, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan yang dibutuhkan untuk mencapai visi. Dalam sesi ini peserta juga diajak untuk mengidentifikasi kelemahan, kekuatan, tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi dalam melakukan mobilisasi sumber daya.

Dalam sesi ini peserta diajak untuk membuat simulasi untuk melakukan kerja kelompok untuk membuat peta Swot Regional: Strengh, Opportunities/Challenges, Weakness/Limitations, Threat pada organisasi masing-masing di lembar metaplan. Peserta di ajak melihat Tantangan dan Peluang yang terkait dengan Sumber Daya di dalam organisasi masing-masing dengan cara berdiskusi. Dilanjutkan dengan kerja kelompok kembali untuk membuat Peta Swot Regional: Strengh, Opportunities/Challenges, Weakness/Limitations, Threat pada organisasi masing-masing di lembar metaplan. Hasil dari identifikasi apa yang sebenarnya yang dibutuhkan di organisasi adalah uang, manusia, kekuatan manusia.

 

2. Konsep dan Tujuan Mobilisasi Sumber Daya

Materi ini adalah tentang konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya. Memaknai apa itu sumber daya dan model-model mobilisasi sumber daya yang sesuai dengan karakteristik dan latar belakang organisasi. Pada sesi ini ada simulasi dimana masing-masing organisasi kemudian menentukan bentuk mobilisasi sumber daya apa yang sesuai dengan organisasinya dengan menempelkan sticker pada template bentuk mobilisasi sumber daya yang telah disediakan.

Dalam sesi ini, Poin  terpenting dalam manfaat mobilisasi sumber daya yaitu meningkatkan posisi tawar dan harga diri organisasi. Tidak bergantung penuh pada donor dan memiliki independensi dalam manajemen organisasi. Sebab donor merusak ikatan komunitas yang telah dibangun, merusak ideologi dan visi yang sama-sama disepakati. Donor ini yang merusak jalannya komunitas dan lembaga, sebab memecah belah budaya komunitas yang telah ada/status.

 

3. Menyiapkan Organisasi Penggalang Sumber Daya

Materi ini merupakan kesimpulan dari mengapa organisasi harus melakukan mobilisasi sumber daya dan konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya bagi organisasi. Dalam penyampaiannya, lebih ditekankan kepada peserta bahwa, organisasi yang mampu melakukan mobilisasi sumber daya adalah organisasi yang; 1) Siap menghadapi dinamika perubahan yang begitu cepat, artinya adalah organisasi yang sering untuk melihat kedalam untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan, dan organisasi yang sering melihat keluar untuk membaca peluang dan menghadapi tantangan, 2) Fokus pada pengelolaan sumber daya yang dimiliki, artinya organisasi tidak hanya fokus pada pencarian sumber daya tapi juga harus melakukan penguatan organisasi. Selain dua hal tersebut, organisasi harus mempunya tujuan dan hasil yang jelas dalam melakukan mobilisasi sumber daya. Tujuan dan hasil mobilisasi sumber daya harus seimbang antara individu yang ada didalam organisasi, organisasi dan kelompok-kelompok penerima manfaat dari kerja-kerja organisasi.

 

4. Strategi Pelibatan Para Pihak

Materi Pelibatan Para Pihak memberikan pemahaman bagaimana organisasi mulai melibatkan pihak luar untuk mendukung kerja-kerja organisasinya. Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk mengidentifikasi pihak-pihak pendukung yang dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu; 1) Pihak yang strategis dan dekat, 2) pihak yang strategis tetapi masih jauh, 3) pihak yang kurang strategis tetapi dekat, dan 4) pihak yang kurang strategis dan jauh. Identifikasi ini dilakukan untuk kemudian organisasi melakukan strategi pendekatan pada 4 kelompok pihak tersebut yang tentunya dari masing-masing kelompok akan mempunyai strategi pendekatan yang berbeda.

Membuat Produk Organisasi

Dalam sesi ini, Peserta di bagi menjadi 2 kelompok secara random. Tiap kelompok membuat produk organisasi, terpilihnya produk atas kesepakatan kelompok tersebut. Metode pembuatan produk menggunakan canvas yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi kebutuhan organisasi masyarakat sipil.

 

5. Bagaimana Melibatkan Pihak Swasta Dalam Kerja-kerja Organisasi

Materi ini merupakan tips bagaimana organisasi akan melakukan kerja-kerja bersama dengan pihak swasta/sektor bisnis. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk melakukan simulasi yaitu menyusun sebuah konsep yang kemudian ditawarkan kepada pihak swasta

 

6. Mengelola Relawan Sebagai Sumber Daya Organisasi

Sebagai salah satu bentuk mobilisasi sumber daya organisasi adalah mengelola relawan. Dalam sesi ini peserta lebih banyak diskusi dan berbagi bagaimana pengalaman masing-masing organisasi mengelola relawan. Apakah sesuai dengan tahapan dalam pengelolaan relawan antara lain: 1) Planning, 2) Rekrutmen, 3) Orientasi dan Training, 4) Monitoring dan evaluasi, 5) Recognition

Dalam sesi ini, menurut Resky Pratiwi dari LBH Makassar, awal bergabung dengan LBH menjadi Kalah Bahu kemudian di angkat menjadi Voluntire dengan step by step setelah menjadi voluntire baru dilibatkan ke pendampingan-pendampingan.

 

7. Maksimalisasi TIK Dalam Mobilisasi Sumber Daya

TIK adalah alat utama yang bisa digunakan untuk kerja-kerja organisasi. Dalam melakukan mobilisasi sumber daya, pemanfaatan TIK sangat penting untuk bisa membuat pihak luar mengenali organisasi. Penyampaian materi ini lebih kepada bagaimana metode pemanfaatan TIK dan apa saja yang bisa dilakukan oleh organisasi dengan memanfaatkan TIK.

 

8. Merubah paradigma dan Cerdas Mengelola Energi

Adalah bahan diskusi bersama sebagai kesimpulan dari 7 materi sebelumnya. Merubah paradigma mengajak organisasi untuk merubah pemikiran tentang ketergantungan dengan lembaga donor. Selain itu, metode bagaimana mengelola energi yang dimiliki oleh organisasi untuk penguatan kapasitas dan inovasi dalam kerja-kerja organisasi sangat penting untuk dilakukan.

Dalam sesi ini, Karim dari LAPAR Sul-sel mengatakan banyak faktor internal kaderisasi dan faktor eksternal perubahan anank-anak muda saat ini, dahulu NGO sebagai Magnet memliki energi dan daya tarik atau aura dari mahasiswa tetapi sekarang menjadi hilang.

Dalam pelaksanaan Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Yogyakarta selama 4 hari, dalam prosesnya melibatkan fasilitator, trainer dan narasumber antara lain:

  • Khairi syah Fitria, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
  • Ratna Dwi Puspitasari, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
  • Herman Suparman Simanjuntak, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu