Penabulu Foundation

Sejak Yayasan Penabulu didirikan di Jakarta tahun 2002 Penabulu telah meletakkan visinya pada keberdayaan organisasi masyarakat sipil Indonesia.

Pada periode pertama 2002–2009, Penabulu menemukan momentumnya yang pertama, dengan fokus penguatan pada aspek pengelolaan keuangan organisasi nirlaba. PSAK 45 atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45 yang dikeluarkan oleh IAI tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba yang mulai diberlakukan efektif sejak tahun buku 2000 (kemudian direvisi pada tahun 2011) menjadi latar belakang utama kerja penguatan Penabulu pada periode tersebut. Berbasis standar pelaporan keuangan tersebut, tuntutan akuntabilitas organisasi nirlaba mulai disuarakan dengan kuat terutama oleh lembaga donor, penyumbang sumber daya terbesar organisasi masyarakat sipil Indonesia. Periode tersebut ditutup dengan pengembangan komunitas keuangan LSM, ruang berbagi pengetahuan dan literasi dengan sentuhan teknologi informasi dan komunikasi yang kala itu didorong berkembangnya era web interaktif 2.0, web yang memungkinkan adanya interaksi online antar anggota komunitas.
Pengalaman Penabulu sebelumnya dalam menguatkan kapasitas pengelolaan keuangan organisasi masyarakat sipil di Indonesia, membawa Penabulu bersentuhan dengan elemen pengelolaan organisasi yang lain. Penabulu kemudian sampai pada kesimpulan dan keyakinan baru, bahwa transparansi, akuntabilitas serta keberlanjutan organisasi masyarakat sipil di Indonesia tidak hanya bisa dibangun di atas ketangguhan pilar pengelolaan keuangan belaka.

Maka pada periode kedua 2010–2014, Penabulu mencoba mengembangkan fokus kerja tambahan dengan titik tekan baru pada aspek penguatan pengelolaan kelembagaan dan pengelolaan program (perencanaan-pemantauan-evaluasi), pengelolaan sumber daya manusia, maksimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, seiring dengan pengelolaan data-informasi-pengetahuan. Selain aspek manajemen tersebut, Penabulu juga mulai mengembangkan kompetensi dan portofolio pada upaya penggalangan sumber daya dan pengembangan model-model bisnis sosial.

Momentum tersebut memungkinkan Penabulu untuk mengembangkan unit-unit layanan utama dan pendukung, melakukan kreasi atas produk-produk hasil pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama ini, melakukan kerja kolaboratif bersama sekian banyak mitra strategis, yang tersebar di seluruh Indonesia, dan pada saat yang sama, mencoba mendiversifikasi sumber-sumber dukungan pendanaan organisasi.

Penabulu kini mendorong dirinya untuk mengambil peran sebagai ‘civil society resource organization’. Sebagai organisasi sumber daya bagi masyarakat sipil di Indonesia, Penabulu akan berusaha sebaik-baiknya memobilisasi, mengelola dan menyalurkan sumber daya dalam bentuk apapun demi mendukung kerja-kerja masyarakat sipil di Indonesia. Penabulu sedapat mungkin akan mengkonversi energi yang diperoleh bagi upaya-upaya penguatan, pemberdayaan dan penjaminan keberlanjutan organisasi masyarakat sipil di seluruh Indonesia. Merubah energi menjadi ruang tumbuh bersama, ruang konsolidasi kekuatan ide, gagasan dan keberpihakan masyarakat sipil di Indonesia, menjadi pemicu dan pemacu tata kelola pembangunan negeri ini yang lebih baik di masa depan.

website : http://penabulufoundation.org/

Program CEPF (Critical Ecosystem Partnership Fund) atau Kemitraan Konservasi Wallacea merupakan program peningkatan kapasitas organisasi masyarakat sipil di kawasan Wallacea yang bertujuan memampukan mereka mengambil peran strategis dalam konservasi keragaman hayati.  Program ini didukung oleh the Critical Eccosystem Partnership Fund (CEPF) dan pelaksanaannya dipimpin oleh Burung Indonesia sebagai Regional Implementation Team (RIT) sebagaimana dituliskan dalam dokumen “Ecosystem Profile Wallacea Biodiversity Hotspot” tahun 2013.

Website: https://www.cepf.net/

Dokumen:

Robert Bosch Stiftung

Robert Bosch Stiftung GmbH (Yayasan Robert Bosch), adalah sebuah lembaga amal dari salah satu yayasan swasta terkemuka di Eropa yang dikenal dengan dukunngan dalam ilmu pengetahuan alam dan sosial, kesehatan masyarakat dan sains, pendidikan, masyarakat dan budaya, dan hubungan international. Didirikan pada tahun 1964, Robert Bosch Stiftung bertujuan untuk memajukan usaha filantropi dan sosial pembina Robert Bosch (1861-1942).

Robert Bosch Stiftung memiliki Robert Bosch GmbH, salah satu perusahaan terbesar di Jerman. Yayasan amal ini memiliki 92% saham di saham Robert Bosch GmbH. Yayasan ini membagikan dividen saham yang diterima untuk pekerjaan amal secara eksklusif, termasuk untuk mendukung perawatan medis umum, pemahaman internasional, pekerjaan sosial, pelatihan dan pendidikan.

Dalam kegiatannya, yayasan tersebut berkonsentrasi pada enam bidang studi: Kesehatan, Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, Masyarakat, Hubungan Internasional – Amerika dan Asia dan Hubungan Internasional – Eropa dan Tetangganya.

Robert Bosch Stiftung bekerja sama dengan Yayasan Penbulu dalam mendukung proyek Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya bagi Oganisasi Masyarakat Sipil di 6 wilayah Indonesia. Wilayah tersebut adalah; Yogyakarta, Makasar, Lombok, Medan, Balikpapan dan Bogor.   Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat sipil  bertujuan untuk memperkuat kapasitas, kemampuan dan keterampilan OMS Indonesia dalam memobilisasi sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan peran OMS dan membiayai pekerjaan yang harus diselesaikan

Website : http://www.bosch-stiftung.de/content/language1/html/index.asp

Dokumen:

Indonesia AIDS Coalition (IAC)

Indonesia AIDS Coalition (IAC) adalah sebuah organisasi berbasis komunitas yang bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam program AIDS.

Visi IAC adalah dunia tanpa stigma dan diskriminasi di mana hak-hak ODHA dan populasi yang terdampak AIDS lain diakui, dilindungi dan dipenuhi. Dalam visi ini, IAC ingin secara khusus menekankan hak atas kesehatan, pendidikan, pekerjaan, penghidupan yang layak dan hak-hak anak.

Misi IAC adalah untuk bekerja dengan dan untuk populasi kunci yang terkena dampak untuk menjamin pemenuhan hak-hak ODHA, penciptaan lingkungan yang memungkinkan dan untuk mempromosikan pemerintahan yang baik dari program AIDS sehingga partisipatif, transparan dan akuntabel.

Koalisi AIDS Indonesia (IAC) didirikan pada tahun 2011. Pada tahun 2013, IAC berusia tiga tahun, dan meskipun IAC adalah organisasi muda, mereka telah membuat lompatan signifikan dalam kinerja mereka. Tujuan IAC adalah untuk tetap berjuang untuk perbaikan. IAC telah berkembang menjadi sebuah organisasi ODHA yang mampu memobilisasi masyarakat untuk melakukan kampanye dan advokasi dalam rangka memenuhi hak-hak dasar ODHA dan kelompok yang terkena dampak AIDS. IAC telah mengembangkan platform komunikasi yang mendorong kerjasama di seluruh populasi yang terkena dampak utama pada isu-isu lintas sektor.

Mitra pendukung IAC mencakup: Kementerian Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, the Ford Foundation, Asia Pacific Network for PLHIV (APN+), HIVOS, UNAIDS, Treat Asia dan masih banyak lagi.

Website : http://www.iac.or.id/

HIVOS Regional Office South East Asia (HIVOS ROSEA)

HIVOS, yang didirikan pada tahun 1968, adalah sebuah organisasi pembangunan Belanda yang terinspirasi oleh nilai-nilai humanis. HIVOS ROSEA mendukung Yayasan Penabulu untuk melakukan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mitra-mitra HIVOS ROSEA. Kegiatan yang didukung diantara lain:

Peer to Peer Learning Public Fundraising Mitra HIVOS ROSEA – Sesi Berbagi, dilakukan tanggal 6 Juni 2012 di Rumah Kemuning. Kegiatan ini memaparkan hasil analisa dan sintesa Penabulu atas Pengalaman Public Fundraising para Mitra HIVOS, serta ulasan dan berbagi pengalaman Public Fundraising di lembaga. Di paparkan juga literasi soal, “Bagaimana membangun strategi dan teknik Public Fundraising yang berkelanjutan”, dan “Penggalangan dan pengelolaan sukarelawan sebagai bagian dari Resources Mobilization”,  serta yang terakhir adalah paparan tentang “Dana CSR sebagai salah satu alternatif pendanaan LSM Indonesia di masa depan”. Keberlanjutan dari kegiatan tersebut adalah Peer to Peer Learning Public Fundraising Mitra HIVOS ROSEA – Sesi Umpan Balik, yang dilaksanakan tanggal 3 Juli 2012 di Rumah Kemuning.

Website : https://www.hivos.org/