Pontianak, 12-15 Desember 2017 Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil yang dilaksanakan di Pontianak yang dilaksanakan pada tanggal 12 s/d 15 Desember 2017 di Santika Hotel, Pontianak merupakan pelaksanaan lokalatih yang ke lima dari 6 rangkaian kegiatan lokalatih mobilisasi sumber daya yang dilakukakan oleh Unit Mobilisasi Sumber Daya yang diselenggarakan atas dukungan Robert Bosch Stiftung dan Yayasan Penabulu.

Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Pontianak awalnya ditujukan untuk organisasi masyarakat sipil di wilayah Sulawesi  yang ingin melakukan mobilisasi sumber daya dan membutuhkan penguatan kapasitas dalam pelaksanaannya. Akan tetapi dalam  pelaksanaan, organisasi yang ikut serta dalam lokalatih ini tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan melainkan juga dari Makassar.

1. Peserta

Peserta Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Pontianak terdiri dari 20 orang dari 15 organisasi yang mempunyai latar belakang fokus isu yang berbeda antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain, adalah:

  1. Arifin Alapar, Executive Direktur Nusantara Social Solidarity Foundation
  2. Nico Bohor, Direktur Institute Menua Punjung
  3. Fajar Waksi, Koordinator Daerah Aliansi Remaja Indenpenden Sulawesi Selatan
  4. Epiyantono, divisi Jaringan, penelitian dan pengembangan Suar Institute
  5. Ahmad Sofian, Direktur Eksekutif LPS AIR
  6. Jumadi A, Direktur Program LPS AIR
  7. Heru Program, Manager Gemawan
  8. Ahmad Saufi, Direktur Program LPM Equator
  9. Jepriadi, Direktur Semayong Institute
  10. Hermanto, Sekretaris Riak Bumi
  11. Imanaul Huda, Direktur PRCF Indonesia
  12. Lulu M, Sekretaris PSP2KP
  13. A.Asmangin , Diputi Kelembagaan LMK-AR Borneo
  14. Eva Monica, Staf Keuangan PPSW Borneo
  15. Reny, Direktur PPSW Borneo
  16. Wahyu, Project Manager Titian Lestari
  17. Irma Heriyanti, Staf Keuangan Titian Lestari
  18. Benyamin Efrain, Direktur Eksekutif Institute Dayakologi
  19. Firdaus, Staff Divisi JARI
  20. Faisal R, Program Manager JARI

 

2. Tahapan Pelaksanaan

Metode belajar yang digunakan dalam lokalatih ini adalah metode belajar orang dewasa, dimana partisipasi dan keterlibatan peserta menjadi landasan utama bagi metode pembelajaran bersama. Materi disampaikan oleh trainer dengan memberikan ruang tukar pengalaman antar peserta dan simulasi bagi peningkatan keterampilan teknis serta diskusi/kerja kelompok untuk menghasilkan rencana tindak lanjut yang akan dapat menjadi panduan operasional masing-masing organisasi setelah lokalatih.

Materi dan metode penyampaian dalam lokalatih antara lain:

1. Mengapa Organisasi Masyarakat Sipil Melakukan Mobilisasi Sumber Daya

Materi ini merupakan materi refleksi untuk melihat kembali visi dan misi organisasi sebelum organisasi disiapkan untuk melakukan mobilisasi sumber daya. Peserta diajak melihat kondisi organisasi, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan yang dibutuhkan untuk mencapai visi. Dalam sesi ini peserta juga diajak untuk mengidentifikasi kelemahan, kekuatan, tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi dalam melakukan mobilisasi sumber daya.

Dalam sesi diskusi, Budi dari Penabulu  mengatakan Peluangnya masih banyak dan jaringan dimainkan. Melihat ada tantangan. Tantangan baru NGO saat ini . ada data dis orientasi. Ada peluang luar biasa bergerak dengan model inovatif, pendanaan dan  pemerintahan.

Dalam sesi diskusi, peserta sudah sering mengindetifikasi SWOT, namun metodenya Berbeda. Sangat setuju terhadap pentingnya melihat kembali SWOT, Visi dan Misi organisasi untuk menentukan strategi keberlanjutan organisasi.

 

2. Konsep dan Tujuan Mobilisasi Sumber Daya

Materi ini adalah tentang konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya. Memaknai apa itu sumber daya dan model-model mobilisasi sumber daya yang sesuai dengan karakteristik dan latar belakang organisasi. Pada sesi ini ada simulasi dimana masing-masing organisasi kemudian menentukan bentuk mobilisasi sumber daya apa yang sesuai dengan organisasinya dengan menempelkan sticker pada template bentuk mobilisasi sumber daya yang telah disediakan.

 

3. Menyiapkan Organisasi Penggalang Sumber Daya

Materi ini merupakan kesimpulan dari mengapa organisasi harus melakukan mobilisasi sumber daya dan konsep dan tujuan mobilisasi sumber daya bagi organisasi. Dalam penyampaiannya, lebih ditekankan kepada peserta bahwa, organisasi yang mampu melakukan mobilisasi sumber daya adalah organisasi yang; 1) Siap menghadapi dinamika perubahan yang begitu cepat, artinya adalah organisasi yang sering untuk melihat kedalam untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan, dan organisasi yang sering melihat keluar untuk membaca peluang dan menghadapi tantangan, 2) Fokus pada pengelolaan sumber daya yang dimiliki, artinya organisasi tidak hanya fokus pada pencarian sumber daya tapi juga harus melakukan penguatan organisasi. Selain dua hal tersebut, organisasi harus mempunya tujuan dan hasil yang jelas dalam melakukan mobilisasi sumber daya. Tujuan dan hasil mobilisasi sumber daya harus seimbang antara individu yang ada didalam organisasi, organisasi dan kelompok-kelompok penerima manfaat dari kerja-kerja organisasi.

 

4. Mengelola Relawan Sebagai Sumber Daya Organisasi

Sebagai salah satu bentuk mobilisasi sumber daya organisasi adalah mengelola relawan. Dalam sesi ini peserta lebih banyak diskusi dan berbagi bagaimana pengalaman masing-masing organisasi mengelola relawan. Apakah sesuai dengan tahapan dalam pengelolaan relawan antara lain: 1) Planning, 2) Rekrutmen, 3) Orientasi dan Training, 4) Monitoring dan evaluasi, 5) Recognition

 

5. Strategi Pelibatan Para Pihak

Materi Pelibatan Para Pihak memberikan pemahaman bagaimana organisasi mulai melibatkan pihak luar untuk mendukung kerja-kerja organisasinya. Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk mengidentifikasi pihak-pihak pendukung yang dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu; 1) Pihak yang strategis dan dekat, 2) pihak yang strategis tetapi masih jauh, 3) pihak yang kurang strategis tetapi dekat, dan 4) pihak yang kurang strategis dan jauh. Identifikasi ini dilakukan untuk kemudian organisasi melakukan strategi pendekatan pada 4 kelompok pihak tersebut yang tentunya dari masing-masing kelompok akan mempunyai strategi pendekatan yang berbeda.

Membuat Produk Organisasi

Dalam sesi ini, Peserta di bagi menjadi 4 kelompok secara random. Tiap kelompok membuat produk organisasi, terpilihnya produk atas kesepakatan kelompok tersebut. Metode pembuatan produk menggunakan canvas yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi kebutuhan organisasi masyarakat sipil.

Dalam sesi ini, Budi mengatakan Menarik metodologi 1,2 dan 5 kuncinya. 3,4,6,7 adalah caranya. Keterkaitan dengan produk. Strategi untuk penerima manfaat 1,2 dan 5 dan pemanfaatan  yang mendukung produk. No. 2 yang akan menjembatani 1 dan 5, 6 dan 7 akan mendukung 5, 3 dan 4 membantu menghasilkan produk.

 

6. Bagaimana Melibatkan Pihak Swasta Dalam Kerja-kerja Organisasi

Materi ini merupakan tips bagaimana organisasi akan melakukan kerja-kerja bersama dengan pihak swasta/sektor bisnis. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk melakukan simulasi yaitu menyusun sebuah konsep yang kemudian ditawarkan kepada pihak swasta.

 

7. Maksimalisasi TIK Dalam Mobilisasi Sumber Daya

TIK adalah alat utama yang bisa digunakan untuk kerja-kerja organisasi. Dalam melakukan mobilisasi sumber daya, pemanfaatan TIK sangat penting untuk bisa membuat pihak luar mengenali organisasi. Penyampaian materi ini lebih kepada bagaimana metode pemanfaatan TIK dan apa saja yang bisa dilakukan oleh organisasi dengan memanfaatkan TIK.

 

8. Merubah paradigma dan Cerdas Mengelola Energi

Adalah bahan diskusi bersama sebagai kesimpulan dari 7 materi sebelumnya. Merubah paradigma mengajak organisasi untuk merubah pemikiran tentang ketergantungan dengan lembaga donor. Selain itu, metode bagaimana mengelola energi yang dimiliki oleh organisasi untuk penguatan kapasitas dan inovasi dalam kerja-kerja organisasi sangat penting untuk dilakukan.

Dalam sesi ini, Imanual dari PRCF konsesrsium jadi pilihan sangat terbuka dan membuka peluang, pengembangan dan kuat di kehutanan dan kelembagaan. Kekuatan untuk mengembangkan program yang besar

Dalam pelaksanaan Lokalatih Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil di Pontianak selama 4 hari, dalam prosesnya melibatkan fasilitator, trainer dan narasumber antara lain:

  1. Khairi Syah Fitria, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
  2. Ratna Dwi Puspitasari, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
  3. Budi Susilo, Spesialis Mobilisasi Sumber Daya Yayasan Penabulu
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *